October, Brown Berry Patch

Kamis, 13 Oktober 2011

September 2009, The Month Which is Full of Surprises and New Experiences (English Version of Part I)


In September 13th, 2009, at 9.30 pm I left Indonesia to United States by Korean Air plane. Nervous and scared, that’s what I felt. That wasn’t my first experience went abroad, I’ve ever lived in Japan for 2.5 years with my family in 1987-1989. But that experience was not that I remember, just a piece of memory.
In the plane, I was really impressed with the Korean air hostesses whom were really beautiful, it was like in the Korean drama! Besides sleeping to kill the time, I was pensive; it’s like a dream that I could visit the powerful country. Before I never imagined that I could visit United States and never wanted. If I dreamed, I must want going back to Japan, recalled good times with mama, papa, and my sister.

The Ohio Program is a program which provides a chance for International students to do internship in Agriculture. Besides the students can learn and get experience working in Agriculture and the technology, the students can also learn about the culture, the way to think and language from other country. But the most important thing is improve our quality of English, which are speaking and listening.

After a struggle and waiting long enough, finally I went to US. I was scared of many things, especially foreign culture. Finally arrived in Korea, we transited for 4 hours. Incheon International Airport was really gorgeous and good to see!! So many pretty girls and handsome boys were like in the Korean drama!! I felt wanting to take pictures in every angle. After waiting long enough, I flew again to Japan by Delta Air, US-owned airline. Oh ya, before we got in the airplane, the pretty air hostesses warned us that do not want to receive anything from the strangers and kept watching our things in English with the Korean accent that we didn’t really understand. After they repeated the sentences, finally we understood what they meant.

My heart is so happy because I set foot again in Japan, even just two hoursin the airport. Our plane that we were riding to US was a big plane; we sat in the middle of the plane. I sat beside US citizen, he was friendly and nice, but I forget what his name is. When our plane landed in Detroit, he said, “Welcome to United States” and we separated. He calmed me down when there was a strong turbulence on the half way, and it made me very scared.

            Inspection at the Detroit Airport was so strict, many rules and scared me. We must dismantle the knick-knacks that we wore, starting from the watch, belt, shoes and jacket. Even though, Alhamdulillah everything went well and Welcome to United States!!! Then we waited the plane that brought us to Columbus, Ohio.    

*Apologize for my imperfect English
NIKKA ICHWANTO

Jumat, 07 Oktober 2011

September 2009, The Month Which is Full of Surprises and New Experiences (Part II)


Kami pun tiba di Columbus, Ohio sekitar jam 9 malam. Sebuah taxi biru membawa kami ke University Plaza Hotel, tempat dimana kami menginap selama semalam. Takut adalah perasaan yang kurasakan, selama perjalanan menuju hotel. Takut dengan orang asing yang membawa kami menuju hotel. Perjalanan dari bandara ke hotel kurang lebih selama 15-20 menit, seingatku. Ketika sampai di hotel kehawatiranku pupus, dan ternyata supir taksi kami begitu ramah. Dia memberikan sebuah kartu berwarna oranye yang bertuliskan nomor teleponnya, jika sewaktu-waktu kami membutuhkan jasanya.
Setibanya di hotel, setelah check in dan membersihkan badan, kami meminjam komputer hotel untuk memberi kabar kepada keluarga bahwa kami sudah tiba di US. Pada saat itu dua orang yang sepertinya sebaya dengan kami menghampiri, seorang wanita cantik dan seorang pria. Wanita itu memiliki bola mata berwarna cokelat, berambut cokelat, panjang dan ikal, hidung yang mancung, dan senyum yang cantik. Dia begitu ramah menyapa kami. Ternyata wanita itu adalah Luana Piermann, yang akan magang di tempat yang sama dengan kami, dia berasal dari Brasil. Peserta magang sebelumnya selalu mengatakan bahwa orang-orang Brasil sangat menyenangkan dan ramah. Perkataan mereka pun terbukti, aku tidak pernah menemukan orang Brasil yang tidak ramah pada perkenalan pertama. Pada hari-hari berikutnya mereka selalu berusaha menjadi teman yang menyenangkan untuk kami.  Walaupun, kesalahpamahan kerap terjadi di antara kami. Tetapi itulah yang membuat pertemanan antar negara selalu penuh dengan warna.
Malam itu perut saya begitu lapar tapi tak tahu bagaimana memesan makanan di hotel dan sudah terlalu larut untuk memesan. Beruntunglah kami membawa banyak indomie, pop mie, dan makanan lainnya. Makanan-makanan cepat saji tersebut merupakan makanan andalan pada saat kami malas memasak selama dua bulan kedepan. Betapa beruntungnya bahwa kami bisa memesan makanan cepat saji khas Indonesia melalui online shop, sehingga rindu akan cita rasa makanan Indonesia sedikit terobati selama setahun berada di Negara Paman Sam.
Sarapan pagi pertama saya di Amerika adalah telur, kentang yang dipotong dadu, melon dan susu. Hari pertama tidak bertemu nasi! Untunglah tidak ada masalah dengan pencernaanku. Everything was going perfect in the first day! Kami sarapan berempat, saya, Dini (sahabat yang selalu ada untukku sebelum, selama, dan sesudah program magang ini), Luana, dan Andre (pria yang datang bersama Luana untuk menyapa kami pada malam sebelumnya). Greg dan Anna, panitia The Ohio Program (TOP) menjemput di hotel pada pukul 9 pagi. Mereka begitu ramah, terutama Greg, ia sangat senang bercanda dan bercerita. Ternyata selain kami berempat ada sekitar 5 atau 6 mahasiswa lagi yang mengikuti program magang. Sebagian dari mereka berasal dari Irlandia.
Dalam perjalanan menuju Ohio State University, saya begitu takjub dengan keindahan dan kesederhanaan kota Columbus.  Dalam hati saya sangat penasaran dengan gemerlapnya kota New York, ingin cepat berlibur di kota yang tak pernah tidur itu, padahal program magang saja belum dimulai. Pukul 10.00 am orientasi untuk peserta magang dimulai. Pada kesempatan itu kami dijelaskan bagaimana hidup di Negara Paman Sam dan peraturan-peraturan apa saja yang berada di Negara ini.  Panitia magang tidak lupa juga menjelaskan tenteng asuransi, social security number, dan hal-hal yang terkait dengan program ini.  Oh iya kami juga diberi kesempatan untuk menelepon orang tua kami, diberi pinjam pesawat telepon..=) Sangat menyenangkan. Akhirnya aku mendengar juga suara mama dari seberang sana.
Selepas orientasi, kami makan siang bersama di cafĂ© atau restaurant  yang berada di Ohio State University. Lidah saya mulai merasakan masakan asing, sebelumnya di pesawat, hmm disini rasanya sedikit lebih cocok dengan lidah saya, but I really missed Indonesian food. Pada saat lunch, Greg bercerita bahwa dia pernah makan makanan Indonesia di sebuah resto di Colombus. Dia makan sate dan kerupuk, lucu melihat dia menjelaskan apa yang dimakannya karena dia tidak tahu nama dari masakan itu.
Brockport, kota yang saya tinggali selama duabelas bulan kedepan sudah di depan mata. Greg mengantar kami dari Columbus ke Brockport, NY. Kami berangkat setelah makan siang, perjalanan memakan waktu selama tujuh jam dengan mobil. Sepanjang perjalanan aku sedikit bosan, karena pemandangan yang tidak beragam, dan juga jet lag yang kurasakan.  Selama perjalanan saya hanya tidur, terbangun jika berhenti untuk ke kamar kecil atau membeli minum. Greg hanya ditemani mengobrol dengan Luana, sejam dua jam aku masih bisa tahan dengan rasa kantuk yang kuat, setelah itu semua berada di luar kendaliku. Hoho..Maafkan kami Greg, kami tertidur pulas selama perjalanan. Sekitar pukul 07.00 pm kami sampai di Brockport. Masih teringat dalam benakku Brockport merupakan kota kecil yang sunyi. Sebelumnya aku berpikir bahwa aku akan tinggal di kota yang tidak sesepi ini, tapi ternyata sebaliknya, but somehow I do love this town.
Bangunan apartemen itu diberi nama Willowbrooke, berada di Willowbrooke DR. Kami tinggal di apartemen bernomor 201. Diane Biemans (the owner yang merangkap sebagai Office Manager) dan Velichka Wright atau Villy (salah satu supervisor kami) menyambut kedatangan kami. Mereka membawa tiga bedcover dan handuk baru untuk kami. Diane adalah wanita yang cantik dan keibuan, sangat ramah dan menyenangkan. Villy, pertama kali kenal dia baik namun sedikit cuek, setelah beberapa bulan dia selalu tersenyum ramah kepada kami dan banyak membantu untuk mengurus hal-hal penting. Apartemen kami terdiri dari dua kamar, satu kamar besar dan satu kamar kecil, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tamu yang merangkap sebagai ruang tivi juga. Begitu banyak kenangan yang kami ukir di apartemen itu. Aku, Dini dan Luana tinggal dalam satu apartemen. Selain Diane dan Villy, kami disambut oleh student-student yang lain, seperti Alex (Ukraina) dan Claudia (Kolombia). Mereka cukup ramah, bahkan mereka memeberikan kami telur, pasta, sosis, teh, dan beberapa makanan lainnya. Luana memasak pasta untuk makan malam kami, dengan bahan-bahan seadanya tanpa garam dan merica. Pasta itu cukup untuk mengganjal perut kami.  Student yang lainnya berdatangan ke apartemen kami untuk berkenalan, Diego, Ricardo, Gaspar (Brasil), Krzysztof (Polandia), Rita, Natasha, Tania dan Sergi (Ukraina). Mereka semua sangat ramah pada perkenalan pertama, dan untuk hari-hari selanjutnya kami banyak melakukan kegiatan berlibur bersama. To be continued. NIKKA ICHWANTO.

Di salah satu toko di Mainstreet, Brockport
9/20/2009