Tanggal 13 September 2009, pukul 9.30 malam saya meninggalkan Indonesia menuju United States dengan pesawat Korean Air. Gugup dan takut, itulah yang saya rasakan. Bukan pengalaman pertama ke luar negeri memang, saya pernah tinggal di Jepang selama 2.5 tahun bersama keluarga pada tahun 1987-1989. Tetapi pengalaman itu tidak begitu saya ingat, hanya sepotong kenangan saja.
Di dalam pesawat, saya begitu terkesima dengan pramugari-pramugari Korea yang begitu cantik, seperti dalam drama Korea saja! Selain tidur untuk membunuh waktu, saya pun termenung, serasa ini mimpi bisa mengunjungi negeri adidaya tersebut. Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan bisa mengunjungi United States dan tidak pernah ingin. Jika berkhayal pastilah saya ingin kembali ke Jepang, napak tilas, mengenang kembali masa-masa indah bersama mama, papa dan teteh.
The Ohio Program adalah program yang menyediakan kesempatan bagi pelajar-pelajar internasional untuk magang dalam bidang pertanian. Selain dapat belajar dan memperoleh pengalaman bekerja dalam bidang pertanian serta teknologinya, pelajar-pelajar juga dapat belajar mengenai budaya, cara berpikir dan bahasa dari berbagai negara. Tetapi yang paling penting adalah memperbaiki kualitas bahasa inggris, speaking and listening.
Setelah perjuangan dan penantian yang cukup panjang, akhirnya saya berangkat juga. Banyak hal yang saya takutkan, terutama budaya asing. Akhirnya tiba di Korea, transit selama kurang lebih 4 jam. Bandara internasional Incheon sangat mewah dan enak dilihat! Begitu banyak wanita-wanita cantik dan pria-pria tampan seperti yang ada dalam drama korea!! Rasanya ingin berfoto di setiap sudut ruangan! Setelah menunggu cukup lama, saya terbang lagi ke Jepang dengan menggunakan Delta Air, penerbangan milik United States. Oh iya, sebelum kami naik pesawat, para pramugari yang cantik-cantik memperingati kami agar jangan mau dititipi barang apapun oleh orang-orang asing dan tetap waspada menjaga barang bawaan kami dalam bahasa Inggris dengan logat Korea yang kurang kami pahami. Akhirnya setelah mereka mengulang-ngulang kalimat, barulah kami mengerti apa maksud mereka.
Hati senang karena saya kembali menginjakkan kaki di Jepang, walau hanya 2 jam di bandara saja. Pesawat yang kami tumpangi menuju United States merupakan pesawat besar, kami duduk di tengah. Saya duduk bersebelahan dengan warga negara Amerika, beliau ramah dan baik, tetapi saya lupa siapa namanya. Ketika mendarat di Detroit dia mengucapkan “Welcome to United States” dan kami pun berpisah. Dia menenangkan saya ketika terjadi turbulensi yang cukup kuat di tengah perjalanan, dan itu membuat saya sangat takut.
Pemeriksaan di Bandara Detroit sangat ketat, ribet dan menakutkan bagi saya. Kami harus mempreteli pernak-pernik yang kami pakai dari mulai jam tangan, ikat pinggang, sepatu dan jaket. Walaupun begitu Alhamdulillah segalanya berjalan dengan lancar dan Welcome to United States !!! Kami pun menunggu pesawat yang akan membawa kami ke Columbus, Ohio.
| In Incheon International Airport 14 September 2009 |
-NIKKA ICHWANTO-
10:39 PM
3/23/2011