Kami pun tiba di Columbus, Ohio
sekitar jam 9 malam. Sebuah taxi biru membawa kami ke University Plaza Hotel,
tempat dimana kami menginap selama semalam. Takut adalah perasaan yang kurasakan,
selama perjalanan menuju hotel. Takut dengan orang asing yang membawa kami
menuju hotel. Perjalanan dari bandara ke hotel kurang lebih selama 15-20 menit,
seingatku. Ketika sampai di hotel kehawatiranku pupus, dan ternyata supir taksi
kami begitu ramah. Dia memberikan sebuah kartu berwarna oranye yang bertuliskan
nomor teleponnya, jika sewaktu-waktu kami membutuhkan jasanya.
Setibanya
di hotel, setelah check in dan membersihkan badan, kami meminjam komputer hotel
untuk memberi kabar kepada keluarga bahwa kami sudah tiba di US. Pada saat itu
dua orang yang sepertinya sebaya dengan kami menghampiri, seorang wanita cantik
dan seorang pria. Wanita itu memiliki bola mata berwarna cokelat, berambut
cokelat, panjang dan ikal, hidung yang mancung, dan senyum yang cantik. Dia
begitu ramah menyapa kami. Ternyata wanita itu adalah Luana Piermann, yang akan
magang di tempat yang sama dengan kami, dia berasal dari Brasil. Peserta magang
sebelumnya selalu mengatakan bahwa orang-orang Brasil sangat menyenangkan dan
ramah. Perkataan mereka pun terbukti, aku tidak pernah menemukan orang Brasil
yang tidak ramah pada perkenalan pertama. Pada hari-hari berikutnya mereka
selalu berusaha menjadi teman yang menyenangkan untuk kami. Walaupun, kesalahpamahan kerap terjadi di
antara kami. Tetapi itulah yang membuat pertemanan antar negara selalu penuh
dengan warna.
Malam
itu perut saya begitu lapar tapi tak tahu bagaimana memesan makanan di hotel
dan sudah terlalu larut untuk memesan. Beruntunglah kami membawa banyak
indomie, pop mie, dan makanan lainnya. Makanan-makanan cepat saji tersebut
merupakan makanan andalan pada saat kami malas memasak selama dua bulan
kedepan. Betapa beruntungnya bahwa kami bisa memesan makanan cepat saji khas
Indonesia melalui online shop,
sehingga rindu akan cita rasa makanan Indonesia sedikit terobati selama setahun
berada di Negara Paman Sam.
Sarapan
pagi pertama saya di Amerika adalah telur, kentang yang dipotong dadu, melon
dan susu. Hari pertama tidak bertemu nasi! Untunglah tidak ada masalah dengan
pencernaanku. Everything was going
perfect in the first day! Kami sarapan berempat, saya, Dini (sahabat yang
selalu ada untukku sebelum, selama, dan sesudah program magang ini), Luana, dan
Andre (pria yang datang bersama Luana untuk menyapa kami pada malam
sebelumnya). Greg dan Anna, panitia The Ohio Program (TOP) menjemput di hotel pada
pukul 9 pagi. Mereka begitu ramah, terutama Greg, ia sangat senang bercanda dan
bercerita. Ternyata selain kami berempat ada sekitar 5 atau 6 mahasiswa lagi
yang mengikuti program magang. Sebagian dari mereka berasal dari Irlandia.
Dalam
perjalanan menuju Ohio State University, saya begitu takjub dengan keindahan
dan kesederhanaan kota Columbus. Dalam
hati saya sangat penasaran dengan gemerlapnya kota New York, ingin cepat
berlibur di kota yang tak pernah tidur itu, padahal program magang saja belum
dimulai. Pukul 10.00 am orientasi untuk peserta magang dimulai. Pada kesempatan
itu kami dijelaskan bagaimana hidup di Negara Paman Sam dan peraturan-peraturan
apa saja yang berada di Negara ini. Panitia magang tidak lupa juga menjelaskan
tenteng asuransi, social security number,
dan hal-hal yang terkait dengan program ini.
Oh iya kami juga diberi kesempatan untuk menelepon orang tua kami,
diberi pinjam pesawat telepon..=) Sangat menyenangkan. Akhirnya aku mendengar
juga suara mama dari seberang sana.
Selepas
orientasi, kami makan siang bersama di café
atau restaurant yang berada di Ohio State University. Lidah
saya mulai merasakan masakan asing, sebelumnya di pesawat, hmm disini rasanya
sedikit lebih cocok dengan lidah saya, but
I really missed Indonesian food. Pada saat lunch, Greg bercerita bahwa dia
pernah makan makanan Indonesia di sebuah resto di Colombus. Dia makan sate dan
kerupuk, lucu melihat dia menjelaskan apa yang dimakannya karena dia tidak tahu
nama dari masakan itu.
Brockport,
kota yang saya tinggali selama duabelas bulan kedepan sudah di depan mata. Greg
mengantar kami dari Columbus ke Brockport, NY. Kami berangkat setelah makan
siang, perjalanan memakan waktu selama tujuh jam dengan mobil. Sepanjang
perjalanan aku sedikit bosan, karena pemandangan yang tidak beragam, dan juga jet lag yang kurasakan. Selama perjalanan saya hanya tidur, terbangun
jika berhenti untuk ke kamar kecil atau membeli minum. Greg hanya ditemani
mengobrol dengan Luana, sejam dua jam aku masih bisa tahan dengan rasa kantuk
yang kuat, setelah itu semua berada di luar kendaliku. Hoho..Maafkan kami Greg,
kami tertidur pulas selama perjalanan. Sekitar pukul 07.00 pm kami sampai di
Brockport. Masih teringat dalam benakku Brockport merupakan kota kecil yang
sunyi. Sebelumnya aku berpikir bahwa aku akan tinggal di kota yang tidak sesepi
ini, tapi ternyata sebaliknya, but
somehow I do love this town.
Bangunan
apartemen itu diberi nama Willowbrooke, berada di Willowbrooke DR. Kami tinggal
di apartemen bernomor 201. Diane Biemans (the
owner yang merangkap sebagai Office
Manager) dan Velichka Wright atau Villy (salah satu supervisor kami) menyambut kedatangan kami. Mereka membawa tiga bedcover dan handuk baru untuk kami.
Diane adalah wanita yang cantik dan keibuan, sangat ramah dan menyenangkan.
Villy, pertama kali kenal dia baik namun sedikit cuek, setelah beberapa bulan
dia selalu tersenyum ramah kepada kami dan banyak membantu untuk mengurus
hal-hal penting. Apartemen kami terdiri dari dua kamar, satu kamar besar dan
satu kamar kecil, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tamu yang merangkap
sebagai ruang tivi juga. Begitu banyak kenangan yang kami ukir di apartemen
itu. Aku, Dini dan Luana tinggal dalam satu apartemen. Selain Diane dan Villy,
kami disambut oleh student-student
yang lain, seperti Alex (Ukraina) dan Claudia (Kolombia). Mereka cukup ramah,
bahkan mereka memeberikan kami telur, pasta, sosis, teh, dan beberapa makanan
lainnya. Luana memasak pasta untuk makan malam kami, dengan bahan-bahan
seadanya tanpa garam dan merica. Pasta itu cukup untuk mengganjal perut kami. Student yang lainnya berdatangan ke apartemen
kami untuk berkenalan, Diego, Ricardo, Gaspar (Brasil), Krzysztof (Polandia),
Rita, Natasha, Tania dan Sergi (Ukraina). Mereka semua sangat ramah pada
perkenalan pertama, dan untuk hari-hari selanjutnya kami banyak melakukan
kegiatan berlibur bersama. To be continued. NIKKA ICHWANTO.
 |
Di salah satu toko di Mainstreet, Brockport 9/20/2009
|